Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Mujahid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Para Mujahid. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2010

di 06.11 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar

Kaum Mujahidin Taliban mengatakan bahwa mereka telah membuat persiapan untuk sebuah perjuangan panjang di tanah air mereka sendiri melawan pasukan asing.

"Kami tidak takut serangan besar yang direncanakan oleh pasukan asing di Helmand. Kami sangat senang bahwa mereka akan keluar dari basis mereka dan kami akan menghadapi mereka," Mullah Sharfuddin, komandan Taliban di Helmand, mengatakan kepada Pers Islam Afganistan (AIP) melalui telepon dari sebuah lokasi yang dirahasiakan.

"Kami sangat menyadari rencana musuh," tegasnya. Ketika ditanya apa gerangan senjata yang akan digunakanTaliban, komandan Taliban itu mengatakan: "Kami telah membuat segala persiapan dan membagi wilayah di bawah komandan yang berbeda.

"Kami akan menggunakan ranjau, senjata berat dan taktik militer yang berbeda dalam pertempuran itu." tambah Sharfuddin.

Dia mengatakan rakyat Helmand berdiri mendukung Taliban dan pasukan asing tidak akan bisa memaksa Taliban keluar dari provinsi tersebut.

Ketika ditanya apakah pejuang Mujahidin dari wilayah yang lain seperti Arab dan Uzbekistan bergabung dalam jajaran MujahidinTaliban, sang komandan bersikeras bahwa semua pejuang berasal dari tanah Afghan.
Dia mendesak polisi dan tentara Afghanistan untuk menghentikan pertempuran melawan Taliban."Saya mendesak polisi dan tentara Nasional Afghanistan untuk tidak memerangi Taliban. Mereka harus ambil bagian dalam perjuangan bersama kami melawan orang-orang asing.
Orang-orang asing telah menyerang Afghanistan dan itu adalah tugas mereka untuk berjuang."
Tentang keterlibatan dalam perdagangan narkoba, Sharfuddin mengatakan Taliban tidak terlibat dalam budidaya opium dan perdagangan narkoba. "Taliban telah melarang budidaya narkoba selama pemerintahan mereka," tegasnya.
Sang komandan berkata bahwa sebagian besar wilayah Helmand, termasuk Baghran, Baghni, Washer, Deshu, Brahmcha dan Marja, berada di bawah kendali Taliban.

Sumber : eramuslim

baca selengkapnya.....
di 06.02 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar

  1. Ats Tsaqofah - Pejuang Taliban menguasai 90 persen Afghanistan dan telah bekerja sama dengan pejuang Al Qaida Arab di lapangan, menurut pernyataan panglima perang Pakistan Sirajuddin Haqqani. Dia membuat pernyataan dalam sebuah wawancara yang diposting dengan bahasa Arab ke beberapa situs jihad.

    "Kami Taliban saat ini menguasai 90 persen dari wilayah Afghanistan, dan mujahidin ('pejuang suci') mengontrol seluruh negeri," kata Haqqani 30 tahun.
    "Kami bekerja sama erat dengan pejuang asing di medan perang," katanya.Dia adalah putra dari Jalaludin Haqqani yang mempunyai jaringan kuat dan dijelaskan oleh situs jihad tersebut sebagai anggota dewan kesukuan Taliban di provinsi Paktika tenggara dan Khost."Pasukan pendudukan dan murtad hanya terbatas pada beberapa tempat," tambahnya. 
Haqqani mengklaim pasukan AS di Afghanistan begitu lemah dan bahwa Washington telah mengirim mata-mata dari negara-negara Arab ke negara itu.

Dia menolak klaim kemenangan NATO baru-baru ini dalam serangan anti-Taliban di Afghanistan selatan sebagai "propaganda", dan balik mengatakan bahwa Taliban dekat dengan kemenangan.

Dia mengatakan internet adalah alat penting dalam perjuangan jihad dan mendesak website Islam untuk mempublikasikan "berita yang fokus dan akurat yang akan menurunkan semangat musuh."

Ia mengakhiri wawancara dengan pernyataan kepada seluruh Muslim di dunia.

"Bantulah mujahidin di segala hal dan dalam setiap medan pertempuran, dengan uang, militer dan keahlian elektronik dan kecerdasan kalian untuk membantu memata-matai musuh," kata Haqqani.

Sumber : muslimdaily

baca selengkapnya.....

Selasa, 30 Maret 2010

di 03.37 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar


Sayyad al Filistini, syahid pada 12 Desember 1995 dalam usia 18 tahun, dua hari sebelum ulang tahunnya yang ke-19.

Sayyad berasal dari sebuah keluarga asal Palestinia yang bermuki m di Inggris. Ia lahir di London selatan. Saat ia kecil, keluarganya beremigrasi ke Saudi Arabia. Di sanalah ia menghabiskan masa kecilnya. Ketika menginjak remaja ia kembali ke Inggris.

Sayyad seorang remaja yang ceria, ia sering bercanda dan tertawa. Saat berumur enam belas tahun, untuk pertama kalinya ia mendengar mengenai konflik Bosnia dari sebuah khutbah yang diberikan seorang pemuda yang pernah terlibat jihad di Bosnia. Saat itu telah timbul keinginannya untuk berangkat ke Bosnia.

Kemudian ia memasuki perguruan tinggi. Di sana ia terpilih menjadi amir organisasi mahasiswa islam. Dengan semakin banyak pengetahuan Islamnya, keinginannya untuk berjihad di Bosnia hidup kembali. Ia mulai bekerja dan memberikan penghasilannya pada ibunya untuk menopang keluarganya. Sisa penghasilannya dikumpulkan untuk persiapan berjihad. Masya Allah, lihatlah kesabarannya. Ia menolak sumbangan orang lain, karena ingin berangkat jihad dengan hasil keringatnya sendiri.

Akhirnya Sayyad memberitahukan keinginannya untuk berjihad ke Bosnia, dan ibunya benar-benar mendukung, ia ingin anaknya berangkat.

Setelah persiapan berbulan-bulan, ia telah benar-benar siap. Dua orang sahabat muslimnya mengantar Sayyad ke stasiun Victoria Coach. Mereka melihat Sayyad tampak sedih, tidak seperti biasanya, dan berupaya menggali penyebabnya. Akhirnya Sayyad mengutarakan bahwa ia merasa sedih berpisah dengan ibunya.
Akhirnya ia tiba di Bosnia, dan memasuki kamp pelatihan. Ia disukai baik oleh para mujahidin asing dan bosnia, karena keramahan dan keceriaannya. Ia dapat berbicara dalam bahasa Arab dan Inggris, dan cepat akrab dengan mujahidin bangsa Bosnia.

Setelah pelatihannya selesai, ia pergi ke base camp. Sayyad melakukan tugas jaga di pegunungan, juga ikut dalam beberapa operasi. Ia selalu berbicara tentang syahadah… ia berbicara begitu sering tentang syahadah. Saat rencana penyerangan didiskusikan, wajahnya tampak bercahaya, ia selalu memberikan saran dan menyebut-nyebut syahadah.

Akhirnya musim panas 1995 berlalu, beberapa temannya dari Inggris pulang ke negaranya, namun Sayyad tetap berada di Bosnia dan datanglah musim dingin. Di tengah dinginnya musim salju Bosnia, sifat-sifat Sayyad mulai berubah. Ia mulai rajin shalat malam dan selalu membaca al-Qur’an. Suatu hari ketika ia duduk bersama teman-teman yang sedang bercanda dan tertawa, air matanya mengalir dan dengan marah ia menegur mereka. “Saat ini orang-orang kafirlah bisa tertawa-tawa, karena mereka yang berkuasa, sedangkan kaum muslimin saat ini tidak berkuasa, namun mereka juga tertawa-tawa“, begitu ujarnya.

Sayyad juga mulai membaca buku mengenai sunnah Rasulullah SAW, dan segera mempraktekkan apa yang dipelajarinya begitu ada kesempatan.

Suatu hari pada bulan Desember, ia menelpon ibunya dan memintanya mengirimkan uang, karena Sayyad berniat untuk pulang selama beberapa waktu. Namun pada hari minggu 10 Desember 1995, Sayyad menelpon kembali dan mengatakan agar ibunya tidak mengirimkan uang padanya, karena ia membatalkan niatnya.

Pada hari selasa siang, tanggal 12 Desember 1995 itu, saat ia berada di dalam basecamp, sebuah mobil van yang berisi bahan peledak meledak, dan Sayyad berada di sebelahnya. Tubuhnya terlontar ke udara dan ia syahid seketika. Selain Sayyad terdapat beberapa orang lainnya di sebelah van tersebut, namun ajaibnya mereka tidak terluka sedikitpun, meskipun timbul kerusakan material pada daerah yang luas.

Rupanya Allah telah memilih Sayyad sebagai syahid. Subhanallah…pada malam sebelum syahidnya Sayyad, ibunya, Ummu Sayyad bermimpi melihat sebuah rumah yang indah di langit. Sebuah suara berkata padanya, ’Inilah rumahmu, engkau mulai membangunnya sejak 20 tahun lalu, dan hari ini rumah ini telah selesai.’

Apa arti mimpi ini? Sayyad telah syahid dua hari sebelum ulang tahun ke-19 nya. Jika engkau menambahkan sembilan bulan saat ia berada dalam rahim, dan engkau mengeceknya berdasarkan tahun hijriah… maka tepat 20 tahun hijriah hingga syahidnya Sayyad Al Filistini.

Dan dua minggu kemudian, Ummu Sayyad mendapat sebuah mimpi, dimana seekor burung kecil dengan sayap bercorak loreng terbang mengelilinginya. Burung itu kemudian hinggap pada Ummu Sayyad dan mencium pipinya. Subhanallah

Dari Buku :

Mereka Yang Dipilih Allah – Biografi dan Karomah Syuhada Jihad Bosnia

abuhamdi@hutchcity.com (www.abuhamdi.wordpress.com)

baca selengkapnya.....
di 03.35 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar

ABU DUJANAH AS SYARQI

( FAHD AL QOHTONY )


Dalam memulai pembicaraan kisah seorang mujahid yang telah syahid insya Allah, terlebih dahulu kami sampaikan hadits Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam :

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتىَّ لاَيَبْقَى بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّهِ فَيَسْبِقَ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَمُوتُ ثُمَّ يَدْخُلُ الْجَنَّهَ

“Sesungguhnya salah seorang diantara kalian ada yang beramal dengan amalan penghuni neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka itu tinggal satu hasta, kemudian ia beramal dengan amalan penghuni Jannah, lalu Al Kitab (catatan taqdir) telah menetapkannya, kemudian ia mati lalu ia masuk ke dalam Jannah “.

Ikhwan kita Abu Dujanah adalah seorang sopir Truk di daerah timur, sementara di daerah timur inilah kejahiliyahannya begitu besar.

Suatu hari ketika ia sedang pergi ke Bahroin untuk mengantar paket, dia seperti orang gila – sedang mabuk -, hingga akhirnya Truk yang dikendarainya oleng dan terplanting di atas jembatan Bahroin. Akan tetapi Allah menyelamatkan dia dengan mobilnya yang tersangkut di jembatan hingga ia tidak terjatuh ke laut, dan ketika itu dia pingsan atas taqdir Allah.

Pada tahun 1413 H. atau pada awal tahun 1414 H. ada dua orang yang hendak pergi ke Bosnia melalui jalan Bahroin. Ketika keduanya sedang melalui Jembatan keduanya melihat Truk yang bagi mereka sudah tidak asing lagi, lalu mereka berhenti dan turun menuju Truk tersebut, keduanya mendapatkan seorang di dalam Truk tersebut yang ternyata ia adalah tetangga salah satu dari dua orang tersebut yaitu Abu Dujanah-, kemudian orang tersebut dikeluarkan dari dalam Truk, kemudian keduanya melanjutkan perjalanannya menuju timur.

Ketika keduanya selesai mandi dan wudhu maka keduanya sholat. Kemudian keduanya memberi nasehat kepada seorang – yang diselamatkan dari dalam Truk tersebut -. Kedua saudara itu berkata kepada orang tersebut : “ Jikalau engkau mati pada saat kecelakaan itu sungguh kamu mati dalam ma’siyat bahkan lebih besar lagi, oleh karena itu pujilah Allah yang telah menyelamatkan kamu dari kematian itu, karena Allah tidak mengakhiri hidupmu dalam kemaksiyatan “. Nasehat kedua saudara ini masuk ke dalam hati lelaki tersebut. Kemudian kedua saudara ini melanjutkan perjalanannya. Lalu lelaki itu – Abu Dujanah – menginstropeksi diri dan meninggalkan teman-temannya yang rusak.Ketika ada teman yang melihatnya di sebuah terminal Truk, mereka pergi menemuinya dan didapati dia sedang sendirian dengan memegang Mushaf dan sedang membacanya. Teman-temannya tidak percaya melihat pemandangan tersebut dan mereka mengira bahwa dia hanya pura-pura karena takut dari – incaran – pemerintah.

Setelah berlalu beberapa bulan, pulanglah kedua shahabatnya yang habis pergi dari daerah timur. Kamudian ia pergi ke rumah salah satu dari keduanya, lalu ia ketuk pintunya dan mengucapkan salam dengan suara keras.

Saudara yang di dalam rumah tidak mengenalinya. – karena – jenggotnya telah tumbuh lebat, pakaiannya diatas mata kaki dan terpancarlah cahaya dari mukanya, kemudian ia mengenalkan dirinya – bahwa dia adalah Abu Dujanah -. Bergembiralah hati saudara ini, tidak ada kebahagiaan selain pemandangan yang bagus ini, kemudian ia dipersilahkan masuk. Dia bertanya tentang persoalan jihad dan kondisi Bosnia dan keutamaan Syuhada dan para mujahidin dan ribath dan ….. dan….. dan …..

Setelah mendengar jawaban yang ditanyakan lalu ia berkata : “ Kalau begitu jalan yang paling dekat menuju Jannah adalah Jihad fie sabilillah. Sekarang umurku sudah 36 tahun dan dipenuhi dosa dan ma’siyat. Aku meminta kepadamu demi Allah akan menemanimu berjihad !

Saudara tersebut berkata kepadanya : “ Sekarang Bosnia sedang dikepung dari segala penjuru dan tidak mudah untuk masuk kesana, padahal saudara-saudara kita disana sedang menanti ada orang yang bisa membuka jalan masuk.

Adapun kalau ditempuh dari Kroasia dan Slevonia kedua negara ini penuh kema’siyatan, khomer, wanita jalang, dan penuh fitnah yang seseorang tidak mampu menahannya “.

Abu Dujanah berkata : “ Aku akan pergi walaupun aku harus menunggu selama satu tahun “. Dan dia berusaha memuaskan saudaranya itu.

Dan betul ternyata Abu Dujanah pergi ke Kroasia dan tinggal di sebuah kota dekat pantai di Eropa yang penuh dengan fitnah dan gemerlapnya dunia, sementara Abu Dujanah adalah seorang yang baru saja sadar dari kema’siyatan. Ia telah sampai di kota itu yang merupakan perbatasan dengan Bosnia Herzegovina. Ia tinggal di sebuah rumah yang kecil bersama seorang teman yang datang dari Turki sekitar enam bulan lamanya demi mencari jalan masuk ke Bosnia. Seluruh waktunya ia pergunakan sholat dan ibadah dan mempelajari urusan-urusan Dien kepada seorang teman Da’I disana, hingga pada akhirnya ia mendapatkan kabar gembira dibukanya jalan menuju Bosnia. Lalu pergilah ia ke Bosnia dan masuk ke sana yang selama ini ia impikan dan nantikan untuk bisa masuk bergabung dengan para mujahidin. Lalu bergabunglah ia dengan sebuah pasukan mujahidin di daerah Zintisia dan ia tadrib (diklat) disana dan menyusun kekuatan.

Disana ada ma’rokah (medan perang) yang dekat dengan daerah Syirisya, lalu beliau masuk ke daerah itu dan daerah itu adalah petama kalinya ma’rokah (medan peperangan) yang ia ikuti dalam perjalanan jihadnya, dan Allah memenangkan mujahidin dalam amaliah – oprasi - tersebut. Dan para mujahidin membuat khondaq (parit) di front tersebut dan mendapatkan kemulian ribat (berjaga) fie sabilillah.

Setelah berlalu dua bulan dari amaliah tersebut terjadilah amaliah yang lebih kuat dan besar dari sebelumnya, yaitu amaliah Visico Qolava yang masih di satu kawasan tersebut. Beliau ikut serta dalam amaliah tersebut dan amaliah tersebut merupakan kebahagiaan tersendiri bagi beliau yang tidak dapat beliau gambarkan.

Beliau adalah seorang pemberani yang tidak mengenal rasa takut, ia selalu berbuat itsar (mementingkan keperluan orang lain) dan mengasihinya, dan orang sama heran bila berteman dengan beliau.

Setelah amaliah tersebut tepatnya pada tahun 1414 H. beliau pergi bergabung dengan Jam’iyah Ihya’ut Turots Al Islami Al Kuwaity dan bekerja bersama mereka di kota Turovinik dan tinggal disana selama beberapa saat, dan beliau pun menikah di Bosnia dengan orang asli Dagestan.

Beliau sangat keras dalam menindak kemungkaran di kota tersebut hingga beliau ditakuti oleh orang-orang fasiq di daerah itu. Bahkan sampai ke kawasan Karwat di daerah Fitiza. Dan tidak ada seorangpun dari orang-orang fasiq yang berani melewati daerah yang ditempati Abu Dujanah.

Sepanjang malam dan siang ia gunakan untuk berkhidmat kepada masyarakat Bosnia, khususnya menangani orang dewasa dan anak-anak hingga orang-orang yang berada di kota tersebut sangat cinta kepada ketawadhuan beliau dan ruhiyah beliau yang mulia. Beliau mampu menguasai bahasa Bosnia dengan sangat baik, oleh karena itu beliau dapat bergabung dan pergi bersama mujahidin di Turovinika dan beliau habiskan urusannya disana dan beribath bersama mereka.

Teman-temannya menyampaikan kabar kepadanya bahwa dalam waktu dekat ini mau ada amaliah, maka beliau pun bersiap-siap.

Disetiap amaliah (medan perang) beliau selalu kembali pada pertengahan jalan karena tidak dapat melanjutkan perjalanan karena beliau mengalami sakit hinga pada akhir amaliah selesai. Sehingga pada saat terjadi amaliah Falasyij yang kedua di waktu malam Arofah pada tahun 1415 H. beliau berangkat besama seoarang teman dengan berjalan kaki menuju musuh dan pada saat ini beliau tidak seperti biasanya ! beliau kelihatan tenang dan banyak menoleh kesana-kesini seakan-akan beliau melihat sesuatu.

Waktu amaliah dilakukan pada pukul 12.00 malam dan dimulailah pertempuran. beliau maju dengan membawa senjata RPG dan menghadang pasukan Serbia. Beliau bersama seorang teman yang bernama Musthofa Al Busnawy (orang Bosnia) hingga mendekat ke parit + sejarak 10 meter, dan beliau bersiap-siap menyerang Serbia, akan tetapi timah panas telah menembus leher beliau terlebih dahulu hingga beliau jatuh sebagai syuhada. Dan keluarlah dari mulut beliau seperti cahaya.

Akh Musthofa memeriksa tempat terbunuhnya beliau – untuk meletakkan jasad beliau – lalu ia pergi dan meninggalkan beliau dikarenakan dahsyatnya serangan musuh, dan para mujahidin pun widerawl (mundur). Dan akh Mustofa hampir-hampir tak mampu berjalan karena menangisi saudaranya “ Abu Dujanah “.

Ketika para mujahidin lainnya mendengar kejadian tersebut, maka komandan pasukan memerintahkan untuk meyakinkan keberadaan tempat terbunuhnya Abu Dujanah. Lalu komandan mengutus dua orang singa Allah untuk mengambil mayat Abu Dujanah. Ternyata benar Abu Dujanah telah terbunuh, akan tetapi mayat tersebut telah diserang oleh pasukan Serbia dan mayat tersebut disimpan oleh pasukan Serbia selama lebih dari dua bulan.

Kemudian Palang Merah menghubungi tentara Bosnia yang menghabarkan akan permintaan Serbia untuk menukar mayat. Dan ternyata diantara mayat-mayat itu ada mayat seorang arab. Lalu tentara Bosnia mengabarkan kepada mujahidin – bahwa diantara mayat tersebut adalah seorang arab -, lalu pergilah komandan dan diikuti oleh beberapa mujahidin.

Komandan tersebut berkata : “ Kami pergi ke tampat penyimpanan mayat dan kami dapatkan mayat-mayat yang baru saja terbunuh kurang lebih baru satu hari. Bau mayat-mayat tersebut sangat busuk. Lalu aku masuk dan berjalan diantara mayat-mayat hingga aku dapatkan peti mayat yang tertutup. Lalu peti itu aku angkat dengan seorang teman dan kami keluarkan mayat tersebut. Ternyata mayat tersebut dibungkus dengan jaitan nilon. Tentara memberi tahu kami bahwasanya mayat-mayat ini diantaranya ada mayat seorang arab yang tidak disimpan di dalam Almari Es untuk mayat, akan tetapi dicampakkan di tanah lapang. Lalu kami dekati saudara kami itu – mayat Abu Dujanah -. Lalu aku buka sendiri penutup itu dari arah kepala. Perasaan khawatir menggelayut di kepalaku dan kepala temanku, bagaimana keadaan mayat tersebut setelah dua bulan lebih ?, apakah telah dimakan ulat ? atau telah berubah kondisinya ? atau …… atau ….. atau ….. ? lalu aku mulai membuka tutup itu, tangan dan tubuhku tiba-tiba gemetar, karena ternyata wajahnya seperti bulan dan jenggotnya berwibawa yang memancarkan cahaya putih dan tubuhnya ….ternyata dia ….. dia…. Dan tidak ada perubahan sama sekali. Aromanya seperti aroma pohon Inai. Allah menyaksikan kejadian tersebut kemudian para ikhwah dan semua yang hadir pun menyaksikan hal tersebut.

Mayatnya telah berlalu dua bulan setengah tapi tidak berubah sama sekali hingga aromanya pun tidak berubah.

Allah telah mengasihi singa itu dan memberikan kepadanya seorang putri ( bernama Nauroh ), dan memberinya kebaikan dan hidayah. Sekarang ia berumur enam tahun dan tinggal bersama ibunya di Bosnia di kota Tuzela.

Selamat tinggal wahai Abu Dujanah. Semoga Allah memperbanyak bilangan orang-orang sholih dan mujahidin sepertimu.


from : kisah perjalanan peminang bidadari

http://generasimilitan.blogspot.com

baca selengkapnya.....
di 03.33 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar

ABU HAMMAM AS SYAHRONI

Beliau seorang pemuda yang datang dari daerah madinah, lima kilo di selatan Kerajaan Arab Saudi. Beliau tumbuh diatas ketaatan kepada Allah. Sejak kecil beliau telah tekun mengikuti halaqoh hafalan Al Qur’an al Karim. Beliau sangat tenang penampilannya, rendah diri, lembut perangainya, bersih hatinya yang itu membedakan beliau dengan teman-teman lainnya.

Ketika terjadi tragedy Bosnia Herzegovina, beliau pada saat itu baru berumur dua puluh tahun. Beliau selalu mengikuti berita-berita tentang penderitaan yang dialami saudara-saudaranya – seiman -, dan beliau berkehendak mendatangi mereka dengan semampu beliau.

Pada suatu hari beliau duduk-duduk dengan seorang temannya membincangkan kesedihan mereka tentang tragedi yang terjdi di Bosnia dan keduanya ingin pergi bergabung dalam jihad di negeri itu.

Benar ….. keduanya bertekad untuk berangkat, lalu keduanya mengikuti berita-berita bagaimana caranya bisa sampai ke negeri tersebut. Sampai mendapatkan jalan menuju kesana lalu kedunya pergi ke Kroasia melalui jalan dalam. Akan tetapi Kroasia menolak keduanya dan tidak mempersilahkan mereka masuk, maka keduanya pun kembali dengan perasaan sedih dan gundah gulana, matanya berlinang air mata. Kemudian mereka mencoba kedua kalinya untuk bisa masuk ke bumi Bosnia.

Dengan izin Allah keduanya dapat masuk ke Bosnia pada akhir bulan Jumadil akhir pada tahun 1415 H.

Sampailah teman ini di kantor mujahidin dan mereka – para mujahidin – adalah orang yang berakhlak mulia dan mendalam agamanya. Kedua teman itu pergi ke sebuah Kamp latihan – muasykar – dan keduanya tadrib disana. Setelah itu keduanya pergi ke Front.
Setiap saat Abu Hammam rohimahullah bercita-cita untuk bisa mendapatkan syahadah dan beliau bersemangat menghafalkan Al Qur’an dan mengulang-ulangnya. Beliau selalu puasa dan sholat malam dan selalu ikut serta dalam ribat selama kurang lebih enam bulan lamanya sampai datanglah musim panas pada tahun 1415 H.

Pada musim itu terjadilah peperangan paling besar yang terjadi di Bosnia yang banyak menewaskan para mujahidin dan musuh-musuh Allah. Pada saat itu pula terjadi peperangan – yang berakhir – kemenangan yang gemilang. Pada saat itu Serbia menguasai puncak gunung dan menguasai strategi perang dan perlindungan mereka pada saat itu sangat kuat. – dengan begitu, hilanglah – semangat – tentara Bosnia dalam melawan Serbia, karena sebelumnya sudah pernah dicoba.

Setelah itu para komandan Bosnia berkumpul – dan bermusyawaroh – bahwa daerah itu tidak bisa ditaklukkan kecuali dengan menggunakan senjata penerbangan yang tidak dimiliki tentara Bosnia. Maka mereka meminta pasukan mujahidin untuk pergi menuju daerah tersebut dan mencoba memenangkan peperangan tersebut.

Benar ….. para singa mujahidin telah datang ke daerah – perang – itu dan tinggal disana beribat selama kurang lebih delapan bulan hingga datanglah hari peperangan.

Para mujahidin dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok pasti terjadi kisah-kisah yang menarik dan setiap kelompok pasti ada yang syahid.

Abu Hammam rohimahullah berada dalam kelompok yang dipimpin oleh Abu Sa’id Al Falestini. Amaliyat itu dilakukan setelah fajar dan pada waktu itu masih gelap sekali. Salah seorang mujahidin berkata : “ Kita tidak bisa menengarai parit yang digunakan berlindung oleh Serbia “.

Mulai pecahlah peperangan dan kami melempar mereka dengan granat maka terbunuhlah tantara Serbia. Akan tetapi parit ini memang menghalangi kita karena digunakan berlindung oleh Serbia. Pada saat itu masih ada seorang Serbia yang belum terbunuh, katika kami maju ke depan tiba-tiba orang Serbia itu menyerang dan datang dari belakang parit maka terbunuhlah Abu Ghorib Al Britoni rohimahullah, dan Serbia juga menyerang lima mujahidin lainnya. Mereka mengira komandan –mujahidin – hendak maju, akan tetapi dengan pertolongan Allah mereka merasa ketakutan dan kegoncangan hingga ia tidak dapat membunuh kelima mujahidin itu.

Dengan semampunya mujahidin pun membalas membunuh mereka hingga Allah memberikan karomah dengan dapat membunuh seorang dari Serbia. Majulah seorang ikhwah mujahidin dan mendapati seorang Serbia yang terluka sedang bersembunyi lalu dia bunuh orang Serbia itu.

Ada kisah yang menakjubkan, bahwa komandan Abu Sa’id Al Falestini menyerbu sendirian ke parit tempat Serbia, disitu ada dua orang, beliau menyerbu sambil bertakbir. Ketika beliau menyerbu kedua orang yang ada disitu, beliau berhadap-hadapan dengan keduanya. Beliau hendak menghabisi keduanya dengan Kalashnikov akan tetapi tidak ada peluru yang keluar satu pun. Kemudian singa Abu Said merobohkan orang Serbia itu dengan memukulkan Kalashnikov ke wajahnya. Dan pada saat itu juga datanglah seorang Serbia yang lain lalu menyerang Abu Said hingga melukai tangan beliau. Dan pada saat itu juga datanglah seorang mujahid dari Yaman yang menyerang orang Serbia itu dengan senjata Al Bika hingga selamatlah Abu Said dengan pertolongan Allah.

Kami maju setelah menuruni parit untuk mendaki ke puncak dua gunung diantara tiga puncak. Pada waktu itu jumlah mujahidin tinggal sedikit karena telah terbunuh dua orang dan banyak yang terluka.

Diantara mereka yang ada dalam pasukan itu harus ada seorang yang menjadi komandan, lalu kepemimpinan itu diserahkan kepada salah seorang ikhwah. Lalu turunlah ia bersama Abu Hammam rohimahullah menuju parit tempat persembunyian Serbia. Disana jumlah orang Serbia banyak sekali. Maka komandan itu dan Abu Hammam mengelilingi parit tersebut dan meluncurkan tembakan ke arah Serbia hingga kocar-kacirlah orang Serbia dari parit. Setelah itu datanglah Abu Hammam dan meminta kepada komandan untuk mengarahkan penglihatannya kepada para syuhada. Diantara mereka yang syahid adalah Abu Abdullah As Syibani, Shofiyuddien Al Yamani dan seorang yang asing – tidak dikenali -. Kemandan itu berkata : “ Jumlah kita sedikit sementara daerah ini membutuhkan penjagaan, maka kamu jangan pergi – tetaplah disini – “. Maka ia memasrahkan – urusan jaga – ini kepada Abu Hammam, dengan syarat beliau – komandan – segera kembali lagi. Kemudian komandan itu pergi meninggalkan tempat itu dan melayangkan pandangan kepada mereka lalu kembali lagi.

Ketika beliau kembali, Abu Sulaiman Al Hadhromi meminta komandan untuk melayangkan pandangannya dan kembali lagi. Maka komandan itu menolak permintaannya hingga kembalilah seorang ikhwah ke parit-parit penjagaan itu. Pada saat itu jatuhlah serangan Roket di dekat ikhwah Hatib Almani hingga mengenai perutnya. Pada waktu yang sekejap meluncurlah serangan Roket yang lain jatuh diantara Abu Hammam dan Abu Sulaiman hingga keduanya terbunuh – semoga Allah merahmati keduanya – dan diterima sebagai syuhada’ di jalan-Nya.

Abu Sulaiman adalah orang yang hafal Al Qur’an. Akhlak dan juga agamanya tidak jauh beda dengan saudaranya “ Abu Hammam “ semoga Allah merahmati keduanya.


from : kisah perjalanan peminang bidadari

sumber:http://generasimilitan.blogspot.com

baca selengkapnya.....
di 02.50 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar



Mafkarat al-islam melaporkan, setelah Infiltrasi & serangan sangat berani dari para Mujahidin ke markas amerika tersebut berlalu, 40 pesawat mata-mata & 30 heli penjajah amerika melayang-layang di udara melintasi kawasan selatan BAGDAD mencari Humvee yg berhasil di bawa kabur oleh para MUJAHIDIN…

Tapi sejauh ini mereka tidak menemukan apa-apa, dan ketegangan di markas serdadu penjajah amerika KILIZAN di laporkan semakin meningkat….

Tidak berselang lama tampak sebuah Humvve dng kecepatan tinggi menuju markas KILIZAN, ratusan serdadu amerika yg berada di markas tersebut karena di liputi perasaan tegang yg amat sangat langsung memvonis bahwa Humvee yg melaju kencang ke arah mereka tersebut adalah pasukan berani mati Mujahidin yg biasanya meledak-kan dirinya dng kendaraan yg telah di penuhi bahan peledak dng hmuvee rampasan tersebut…

Tanpa di komando lagi ratusan serdadu penjajah amerika yg ketakutan itu memuntahkan peluru mengujani tembakan sebuah Humvee yg melaju kencang ke arah mereka..
Tak ayal lagi, humvee tersebut terbakar hancur lebur beserta 4 penumpang yg berada di dalamnya….

TeTapi betapa terkejutnya ratusan serdadu penjajah amerika tersebut, karena tidak lama setelah hancurnya humvee yg mereka hujani dng ratusan kali tembakan, di belakangnya muncul lagi 3 humvee yg secara jelas bisa di lihat di tumpangi oleh teman-temanya sesama serdadu penjajh amerika….

Merasa ada sesuatu yg salah, puluhan pasukan penjajah amerika mendekati & meneliti sebuah humvee yg baru saja mereka hancurkan…..

Benar saja, ternyata kendaraan tersebut adalah humvee milik teman-nya sendiri yg pulang sehabis melakukan patroli , bukan humvee yg di bawa kabur oleh para MUJAHIDIN

Dng perasaan sedih & Malu mereka segera mengevakuasi 4 teman-nya yg mereka bunuh sendiri beramai-ramai itu….

Mafkarat al-islam juga melaporkan bahwa, keberhasilan MUJAHIDIN dng membawa kabur 4 buah kendaraan Humvee tersebut, saat ini menjadikan seluruh petinggi pasukan teroris amerika beserta seluruh anak buahnya di Irak amat sangat Ketakutan & Kebingungan….

Karena mereka mendeteksi Bom-Bom Mobil berani mati dari para anggota MUJAHIDIN dng jenis mobil yg umum di gunakan di Irak saja sangat sulit….

Apalagi nanti jika para ANGGOTA BOM MOBIL MUJAHIDIN menggunakan serangan bom berani matinya memakai mobil Humvee tersebut pasti akan menimbulkan kebingungan & akhirnya akan mampu membuat Korban besar di fihak penjajah amerika, dan hal itu diyakini oleh seluruh petinggi & serdadu penjajah amerika pasti akan terjadi, entah kapan waktunya…..

baca selengkapnya.....
di 02.40 Label: Diposting oleh Syarbani Blogs 0 komentar

Setelah salah satu kam latihan perang MUJAHIDIN di gempur oleh serdadau teroris biadab amerika yg membuat sekitar 85 anggota MUJAHIDIN menemui Syahdid-nya, maka para pemegang komando lapangan & komando umum MUJAHIDIN mengatur serangan pembalasan yg mematikan….

Di pilihlah 50 anggota MUJAHIDIN yg terdiri dari MUJAHIDIN dari Irak sendiri & MUJAHIDIN dari negara ARAB lain-nya yg sangat terlatih untuk melakukan serangan balasan & amat SPEKTAKULER yg belum pernah MUJAHIDIN lakukan selama ini , yaitu serangan ke salah satu jantung markas Induk serdadu penjajah amerika…

Markas Induk amerika tempat menyimpan segala macam peralatan tempur & biasa di jaga superketat oleh ratusan serdadu penjajah amerika itu biasa di sebut KILIZAN atau kam AR-RASYID…

Aksi penyusupan SPEKTAKULER MUJAHIDIN itu di mulai dng melumpuhkan 3 serdadu amerika yg berjaga di lapisan paling luar markas tersebut dng bayonet….

Sedang anggota MUJAHIDIN yg lain-nya memotong kawat pembatas yg mengelilingi markas induk amerika & langsung menyerbu masuk markas & berhasil dng mudah menghancurkan 3 buah kendaraan tempur lapis baja amerika dng roket serta Para MUJAHIDIN sekaligus berhasil dng gemilang menekuk lutut 8 serdadu amerika, mati sia-sia..
Keberhasilan MUJAHIDIN itu juga di dukung oleh perasaan yg sangat aman yg di rasakan oleh para serdadu amerika di markas tersebut, sehinggga mereka lengah, karena memang jika dilihat kondisi markas, amat-lah sulit siapapun memasuki markas induk KILIZAN itu, tapi ternyata itu TIDAK SULIT bagi MUJAHIDIN…

Selain berhasil menumbangkan 8 serdadu penjajah amerika, para MUJAHIDIN juga berhasil membawa kabur dng kecepatan tinggi keluar markas 4 buah HUMVEE amerika dan beberapa peralatan tempur lain-nya mulai dari alat komunikasi, senjata & sebuah peta militer…..

Seluruh Pasukan BERANI MATI MUJAHIDIN yg melakukan aksi SPEKTAKULER tersebut , semuanya menggunakan topeng & syukur Alhamdulliah semuanya berhasil melarikan diri dng selamat setelah melakukan serangan maut tersebut…..

Akhirnya Terjadilah ketegangan & kegaduhan yg amat sangat di markas militer amerika KALIZAN tersebut, bahkan timbul saling curiga di antara sesama pasukan penjajah amerika, antara pasukan marinir dng yg lain-nya, karena memang semuanya tidak menyangka para MUJAHIDIN bisa melakukan serangan GILA & SANGAT BERANI ke markas tersebut, ini semua pasti ada yg membimbing..begitu gumam hampir seluruh serdadu Penjajah amerika….

Padahal serangan itu adalah murni dari MUJAHIDIN tidak ada yg MEMBIMBING atau memberikan jalan, hanya ALLOH SWT pembimbing para MUJAHIDIN, serangan SPEKTAKULER tersebut tujuan utamanya untuk MAKIN MERONTOK-KAN MENTAL & KEBERANIAN TEMPUR serdadu penjajah amerika yg memang sudah sangat rapuh….

sumber: http://www.mail-archive.com/assunnah_2@yahoogroups.com/msg00003.html

baca selengkapnya.....